Gunung Padang, Situs Megalitikum Terbesar Asia Tenggara

Gunung Padang

Salah satu kawasan yang selalu menyisakan misteri adalah gunung. Indonesia mempunyai banyak sekali gunung yang di keramatkan oleh penduduk sekitar, salah satunya adalah Gunung Padang. Gunung yang berada dalam wilayah geografis Cianjur, Jawa Barat ini menyimpan rahasia yang banyak orang belum ketahui.

Kalau kamu tertarik untuk menelusuri

10 Fakta Gunung Padang Cianjur

Tapi sebelum memulai penjelajahan, sebaiknya kamu tahu fakta-fakta menarik dan unik terkait Gunung Padang. Berikut Tim mountainsweekly merangkum spesial untuk kamu, ya.

1. Situs Megalitikum Terbesar di Asia Tenggara

Situs Gunung Padang diketahui sebagai situs peninggalan peradaban megalitikum terbesar yang pernah ditemukan di Asia Tenggara. Tak tanggung-tanggung, luas situs ini mencakup hingga 900 meter dengan bentuk bangunan bertingkat-tingkat atau berundak. Dari waktu ke waktu, semakin banyak pula peninggalan sejarah ditemukan di sekitar kawasan Gunung Padang. Makanya area ini semakin dipercaya sebagai salah satu peradaban yang kelak dapat menjadi situs terbesar di dunia.

2. Terdapat Bangunan Raksasa yang Masih Terpendam

Sudah tidak asing lagi dengan Peninggalan Budha Terbesar Di Dunia Candi Borobudur? Ternyata, pada awal penemuannya hanya tampak seperti bukit yang dipenuhi dengan bebatuan dan berukir. Barulah pada tahun 1814, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Thomas Stamford Raffles menginstruksikan pembersihan dan melakukan penggalian di bukit tersebut. Makanya, bangunan Borobudur dapat kelihatan seluruhnya hingga saat ini.

Berdasarkan pengalaman tersebut, peneliti Gunung Padang pun berspekulasi kalau situs megalitikum ini memiliki bangunan terpendam yang berukuran sangat besar. Bahkan, peneliti prasejarah dari Universitas Indonesia, Dr. Ali Akbar menyebutkan bangunan tersebut dapat berukuran tiga kali lebih besar dari Borobudur.

3. Berusia Lebih Tua dari Piramida Giza

Secara ilmiah, situs Gunung ini diyakini berusia lebih tua dari Piramida Giza di Mesir. Anggapan tersebut berdasarkan uji data Laboratorium Batan Indonesia dan Laboratorium Beta Analytic Miami. Hasil pengujian menunjukkan kalau material paleosoil kedalaman 4 meter pada coring bor 1 berusia 5500 +130 tahun yang lalu. Bahkan, pengujian juga menunjukkan kalau material pasir di kedalaman 8-10 meter pada lokasi coring bor 2 berusia 11000 + 150 tahun.

4. Dikelilingi Oleh Lima Bukit, Lima Sungai, dan Lima Gunung.

Seolah-olah menjadi titik pusat, kawasan ini dikelilingi sekaligus oleh lima bukit, yaitu Bukit Karuhun, Bukit Emped, Bukit Malati, Bukit Malang, dan Bukit Batu. Tak hanya itu, situs Gunung Padang juga dikelilingi oleh Sungai Cipanggulaan, Cikuta, Ciwangun, Bukit Malang, dan Cimanggu. Menambah keistimewaan Gunung Padang, terdapat pula lima gunung yang tegak lurus dan sejajar. Di antaranya adalah Gunung Pasir Pogor, Gunung Cikencana, Gunung Pangrango, Gunung Gede, dan Gunung Batu.

5. Keberadaan Gunung Padang diakui pada tahun 1914

Pada mulanya, Gunung Padang masih belum terdeteksi oleh publik. Sejarah Gunung Padang baru bermula saat Rapporten van de Oudheidkundige (ROD) atau Buletin Dinas Kepurbakalaan mencatat eksistensi situs megalitikum ini pada tahun 1914. Selanjutnya, sejarawan asal Belanda juga sempat menyebutkan keberadaan situs bersejarah ini pada tahun 1949. Riset mengenai Gunung Padang kemudian dilakukan sejak tahun 1979 yang hingga saat ini masih menyisakan banyak tanda tanya.

6. Tempat Ibadah Umat Hindu

Situs Gunung Padang diyakini kalau dulunya menjadi tempat awal masuknya ajaran animisme dan dinamisme dalam agama Hindu. Makanya kawasan ini dipenuhi dengan batu-batuan yang dipercaya menjadi medium dalam memuja dewa tertentu.

7. Selain Tempat Pemujaan, Gunung Padang Juga Menjadi Tempat Bermusik

Selain diperkirakan sebagai tempat pemujaan bagi masyarakat sekitar pada 2.000 tahun sebelum Masehi, Gunung Padang ternyata juga menjadi lokasi aktivitas hiburan. Prediksi tersebut didasari oleh hasil penelitian Rolan Mauludy dan Hokky Situngkir yang menunjukkan adanya pelibatan musik dalam batu balok. Situs ini memang memiliki bebatuan yang tersebar sejak periode peninggalan megalitikum.

8. Susunan Batu-Batu Dibangun pada Masa yang Berbeda

Pengeboran di kawasan Situs Gunung Padang kerap dilakukan oleh Tim Terpadu Riset Mandiri. Tim yang dibentuk pada 2012 tersebut mengebor untuk membuktikan keberadaan bangunan dan ruang bawah tanah di kedalaman 4-5 meter. Namun, hasil pengeboran mengungkap bahwa situs ini ternyata tidak dibangun dalam satu masa saja, melainkan melibatkan berbagai kebudayaan.

9. Batuan Segi Lima di Gunung Padang

Keunikan situs megalitikum Gunung Padang juga tampak dari bentuk bebatuannya yang sebagian besar berbentuk segi lima. Bahkan, sekitar 95 persen batu yang ada di kawasan ini berbentuk pentagon. Hingga kini, asal muasal batu tersebut masih menjadi teka-teki antara buatan tangan manusia atau pahatan alam.

10. Semen Purba Jadi Perekat Bebatuan di Gunung Padang

Keberadaan situs megalitikum terbesar asia tenggara ini sekaligus menjadi penanda majunya peradaban pada masa lalu tersebut. Teknologi yang digunakan untuk merekatkan batu-batuannya tergolong mutakhir dengan temuan semen purba sebagai bahan perekat. Semen purba tersebut berbahan campuran tanah liat, besi, dan silika. Kandungan besi pada semen purba di Gunung ini hingga 45 persen, padahal temuan peninggalan sejarah lainnya hanya sekitar 3-4 persen. Artinya, pembuat situs Gunung Padang sudah merancang sistem arsitektur yang terbilang maju karena memahami peran besi dalam merekatkan batu.

Itulah beberapa hal penting yang harus kamu ketahui tentang Gunung Padang. Jadi makin terkesima dan tidak sabar untuk segera ke situs megalitikum ini?

Diterbitkan
Dikategorikan dalam Gunung

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.